Jumat, 11 Mei 2012

tiga jenis turbulensi pesawat yang menimbulkan bahaya di udara.
 
 Sukhoi Super Jet 100
HEADLINE NEWS -- Kecelakaan pesawat Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012 memunculkan banyak spekulasi penyebab pesawat nahas menabrak tebing gunung itu.
Di luar sebab kesalahan teknis, faktor alam juga penting diketahui. Misalkan bagaimana pesawat menghadapi turbulensi di udara.
Federal Aviation Administration, Amerika Serikat mengatakan 58 penumpang pesawat yang terluka setiap tahun disebabkan oleh turbulensi. Bahkan, turbulensi merupakan penyebab pertama cedera pada penumpang dan pramugari dalam kecelakaan fatal. Dua pertiga dari korban mengalami cedera di atas 30.000 kaki.

Berikut ini tiga tipe turbulensi pada pesawat terbang seperti yang dikutip dari laman Popular Mechanics:

1. Turbulensi Selama Badai

Pola cuaca konvektif atau badai menurut pilot dan ahli meteorologi merupakan satu-satunya turbulensi yang dapat dilihat. Arus naik dan turun yang kuat di pusat badai dapat mendorong pesawat ke atas atau turun sebanyak 6.000 kaki.

"Anda tidak bisa melalui mereka. Anda harus menjauh dari badai," ujar Rob Bendall selaku Kepala Pilot maskapai Virgin America.

Turbulensi terburuk terjadi di tengah badai, biasanya antara 12.000 sampai 20.000 kaki. Badai dan turbulensi dapat meningkat setinggi 50.000 kaki, jauh di atas batas tertinggi pesawat yakni antara 30.000 sampai 40.000 kaki. Prakiraan cuaca, radar, dan laporan terkini dari bandara dan pesawat lain dapat membantu pilot mengarahkan pesawat dengan jelas pada cuaca terburuk.

Cuaca buruk bukanlah unsur paling berbahaya dalam penerbangan yang melewati badai. Bencana ini mendatangkan bahaya lain, seperti petir dan hujan batu es yang dapat memecah jendela kokpit atau merusak mesin.

2. Turbulensi di Gunung

Saat angin kencang bertiup mengarah ke pegunungan, udara mengalir dari puncak gunung menghasilkan turbulensi dalam bentuk gelombang saat mencapai sisi lain gunung. Proses ini sama seperti gelombang laut yang memecah pada sisi karang yang terendam.

Turbulensi ini tidak dapat terlihat jelas. Pilot dapat mengantisipasi "gelombang gunung" saat mereka terbang di atas gunung. Para pilot seharusnya sudah paham dengan potensi bahaya ini. Saat kondisi pesawat aman dari gelombang gunung, ada peringatan lain yakni "gelombang awan" lenticular.

3. Turbulensi Tak Terduga


Jenis paling berbahaya dari turbulensi yakni Clear Air Turbulence (CAT). Turbulensi ini tidak terlihat dan datang tanpa diduga. Ancaman ini bisa menimpa kapan saja selama penerbangan.

Salah satu penyebab utama CAT yakni batas antara aliran jet dan gerakan udara yang lambat berdekatan dengan pesawat. Batas tidak terlihat ini memberikan kejutan. Ancaman terberat mengarah pada penumpang yang melepas sabuk pengaman saat pesawat melintasi area ini.

"Jika anda terbang di udara yang terlihat jelas, Anda tidak akan mengindikasi masalah ini sama sekali," ujar Bendall.

Jika pesawat telah melewati daerah depan pesawat Anda, pilot mungkin akan menerima peringatan sebelum turbulensi terjadi.

"Saya tidak berpikir pesawat terbang pernah pecah dalam penerbangan karena turbulensi," ujar Bendall. "Pesawat didesain mengatasi kejadian turbulensi yang parah," dia melanjutkan.

Tanggungjawab terhadap penumpang merupakan kunci untuk keselamatan saat pesawat terkena turbulensi, khususnya turbulensi yang datang tanpa diduga. Itu berarti pasanglah sabuk pengaman Anda, sama seperti himbauan pilot dan pramugari pada kapan saja Anda sedang duduk.

Bendall menyarankan wisatawan yang melancong dengan pesawat untuk tidak hanya melakukan itu saja. "Hal terbaik dilakukan yaitu jangan berkeliaran di lorong pesawat," katanya.

"Lakukan apa yang perlu Anda lakukan. Kemudian, kembali ke tempat duduk dan kenakan sabuk pengaman. Ketika Anda masih terbang di udara dengan 500 mil per jam, sesuatu bisa terjadi," ujarnya.

Kamis, 10 Mei 2012

Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak dirancang dengan dukungan kekuatan dua mesin.
 
Sukhoi Superjet 100 Dilengkapi Perangkat Canggih
HEADLINE NEWS - Pada Juni 2001, Sukhoi Civil Aircraft Company (AVPK Sukhoi) mengumumkan program Russian Regional Jet (RRJ). Russian Aviation, Agensi Angkasa Rosaviakosmos, dan Perusahaan Boeing bersatu membangun dan memasarkan Jet Regional Rusia dan Sukhoi. Ilyushin dan Boeing secara formal menandatangani kesepakatan pada Juli 2001.

Ilyushin bertanggung jawab pada sertifikasi pesawat. Boeing menangani pamasaran, termasuk penjualan. Layanan servis dukungan seperti logistik operasional, perawatan, dan suku cadang juga ditangani Boeing. Pesawat ini pun diberi nama Sukhoi Superjet 100 pada Juli 2006.

Penerbangan Pertama

Superjet 100 dengan kapasitas 95 kursi ini digulirkan September 2007 di pabrik perakitan KnAAPO di Komsolmosk-on-Amur, Siberia, Rusia. Penerbangan pertama terjadi pada Mei 2008.

Pesawat kedua menjalani tes penerbangan pertama pada Desember 2008. Pesawat ketiga pada Juli 2009.

Pada 10 Desember 2009, pesawat ini mulai pengujian ketinggian dan sukses menjalaninya pada 23 September 2009. Pesawat ini pun meraih sertifikasi Rusia awal April 2009 dan menerima sertifikasi resmi dari Komite Penerbangan Interstate Aviation Rusia pada Februari 2011.

Desain

Anggota Sukhoi Holding, Novosibirsk Aircraft Production Association (NAPO) memproduksi 40 persen dari bagian RRJ. Mereka menangani bagian hidung, permukaan ekor vertikal dan horizontal, serta unit daya tambahan.

Para Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO) selaku anggota Sukhoi Holding membuat sayap belakang. Perakitan final RRJ berlangsung di Komsomolsk-on-Amur.

Superjet 100 telah memenuhi syarat tingkat kebisingan darat yang diatur standardisasi ICAO Bab 4 dan FAR 34 Bagian 4.

Pada Maret 2005, perusahaan Sogitech dari Perancis dan Pesawat Penerbangan Sipil Sukhoi sepakat menandatangani pengembangan spesifikasi untuk membuat publikasi interaktif teknis elektronik dalam rangka mendukung layanan purna jual.

Dek dan perangkat avionik disuplai oleh Thales. Dek penerbangan sama dengan desain pesawat Airbus A380. Perangkat avionik termasuk tampilan kokpit, komunikasi, navigasi, dan sistem pengamatan juga disiapkan Thales mulai Juni 2005.

CMC Electronics menjadi pemasok sistem manajemen penerbangan CMA-9000. Leibherr Aerospace, yang berbasis di Toulouse, Perancis dan Pusat Desain Voscod di Rusia bertanggung jawab atas sistem pengendalian penerbangan RRJ. Leibherr juga mengembangkan kontrol udara dan sistem pendingin.

Thales Membangun Kokpit Sukhoi Superjet 100

Dua Mesin

Menurut laman Aerospace-technology.com, Superjet 100 didukung dua mesin di bawah pesawat. Snecma Moteurs dan NPO Saturn telah mendirikan perusahaan patungan, Powerjet untuk menghasilkan mesin turbofan SaM146. Setiap mesin ini mendapat nilai 62kN hingga 71kN.
Mesin juga dilengkapi dengan otoritas kontrol digital elektronik penuh (Full Authority Digital Electronic Control atau FADEC) dari Snecma. Sistem mesin bertekanan rendah dikembangkan oleh NPO Saturn.

Institut Riset Penerbangan Gromov menandatangani perjanjian dengan Snecma Moteurs untuk mengembangkan mesin uji Ilyushin Il-76 untuk mesin kipas turbo SaM146. Uji terbang untuk mesin dimulai pada Desember 2007.
Tenaga Pesawat

Perusahaan berbasis di Perancis, Intertechnique memasok sistem pengisian bahan bakar. Pesawat ini memiliki kapasitas bahan bakar 13.135 liter (10.600 kg).

Pasokan daya tambahan pesawat dirancang Honeywell dan MMPP Salyut. Pesawat ini juga dilengkapi sistem listrik Hamilton Sundstrand dan penekan api Wright Curtiss.

Perangkat Pendaratan


Superjet 100 mendapat perlengkapan perangkat pendaratan roda gigi kembar tipe roda tiga. Sistem pengereman Sukhoi, roda Goodrich, dan rem juga telah disiapkan oleh Messier-Dowty. Empat roda ditawarkan sebagai pilihan untuk unit roda pendaratan utama.
Kendati didukung teknologi canggih, pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang kontak Rabu 9 Mei 2012 sekitar pukul 14.50 WIB di Indonesia. Jenis pesawat yang hilang itu yakni Sukhoi 100 FN RA36801.

Rabu, 09 Mei 2012

Kuliah di Jurusan Kajian Ilmu Kiamat
Kalender Maya menginspirasi studi komunikasi baru yang mempelajari teori tentang kiamat.
HEADLINE NEWS - Kalender Maya berakhir pada 21 Desember 2012. Berbagai teori mengenai kiamat menginspirasi kajian ilmu komunikasi baru di Universitas Texas Tech, Amerika Serikat.

Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Chip Miller akan mengajarkan program yang dibuka pada musim gugur 2012 ini.

"Inspirasi kajian ini berasal dari histeria yang meliputi ihwal 2012 pada kalender Maya. Sepanjang sejarah, kita telah membuat prediksi kiamat yang menarik," ujar Miller.

Mahasiswa dapat belajar beragam teori mengenai kiamat. Mereka juga mempelajari dampak teori ini pada kehidupan sosial masyarakat.

"Pada program ini, kami akan mengeksplorasi berbagai cara kita memperbincangkan kiamat. Program ini akan mengaji implikasinya pada ruang publik. Di sanalah perdebatan terjadi, termasuk membahas kapasitas kita membuat perubahan pada masyarakat atau lingkungan sekitar. Saya pikir dua hal ini saling terkait," imbuhnya.

Firman
Penelitian Miller tidak melibatkan kiamat. Ide mengenai kiamat dan teori yang melingkupinya selalu menarik perhatiannya.

"Apabila kita mampu selamat melewati 2012 pun, masih banyak teori lain yang dapat terjadi. Saya tertarik pada setiap cerita yang membingkai atau memosisikan masyarakat kita dengan cara yang sedikit berbeda," imbuh Miller.

Zombie, bangsa Maya, kitab wahyu, fenomena Y2K, hingga transisi semua jam pada saat dunia berakhir menjadi contoh skenario yang telah ada tentang kiamat.

Kajian ini akan melandaskan ilmu pada teori-teori dari buku. Miller tidak yakin akan menggunakan Kitab Injil sebagai sumber materi pengajaran.

"Saya kira budaya kita, selalu tertarik pada cerita awal dan akhir dunia. Kita tertarik pada kisah di Kitab Kejadian, sama seperti kita terpesona dengan kiamat. Saya pikir ada elemen kuat dari teologi yang mempengaruhi budaya kita," urainya.

Program ini hanya satu bagian dengan sekitar 15 slot yang dibuka. Sebagai gambaran, sekitar 50 juta orang Amerika percaya dunia akan berakhir pada masa mereka hidup. Persentase ini membuka peluang pada kajian ilmu kiamat.

Tren pembahasan mengenai kiamat ini dipicu oleh kebosanan orang-orang pada keseharian mereka. Membicarakan kiamat seperti menjadi pelarian dari hal-hal duniawi.

"Saya berharap mereka mendapat pemahaman yang lebih baik tentang peran fantasi apokaliptik sepanjang sejarah. Program ini juga menggali peranan hubungan kita dengan dunia di sekitar kita. Secara alamiah kita sesuai dengan tujuan itu, begitu juga di dalam agama," papar Miller seperti dilansir dari laman Dailytoreador.com.

Pria ini juga bergurau apabila bangsa Maya benar, maka tahun ini menjadi kesempatan terakhirnya mengajar tentang kiamat.

Selasa, 08 Mei 2012

Twitpic Luncurkan App Mobile di iPhone
 
Aplikasi Twitpic
HEADLINE NEWS  - Pada masanya, Twitpic merupakan perintis aplikasi photo sharing, khususnya di Twitter. Sebelum ada Instagram, bahkan sebelum Twitter memiliki fitur photo sharing, Twitpic sudah hadir dan membantu pengguna Twitter untuk berbagi foto melalui tweet-nya.

Walau terkesan terlambat, Twitpic meluncurkan aplikasi mobile-nya, kemarin. App gratisan di iPhone ini memungkinkan penggunanya untuk mengedit foto dan menambah sejumlah filter sebelum mereka post di Twitter.

Pendiri Twitpic, Noah Everett, mengatakan aplikasi untuk perangkat Android baru akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang.

Twitpic didirikan tahun 2008, dengan API yang menghidupkan fitur berbagi foto di sejumlah aplikasi, misalnya Tweetbot. Twitter sendiri baru meluncurkan layanan berbagi foto mereka sendiri tahun lalu. Saat itu, Twitter menggandeng Photobucket sebagai mita kerja.

Tapi, berbagi foto melalui Twitpic masih menjadi pilihan di aplikasi mobile Twitter. Meski layanan berbagi foto terkesan menenggelamkan Twitpic, tapi Everett mengatakan Twitpic memiliki lebih dari 35 juta pengguna di perangkat pihak ketiga (third-party devices).

Sebagai perbandingan, saat ini Instagram memiliki lebih dari 50 juta pengguna.

Everett membantah Twitpic ingin mengikuti jejak Instagram. Aplikasi mobile Twitpic diluncurkan bukan untuk menawarkan akuisisi yang lebih baik kepada Twitter. 

"Tujuan kami untuk menyediakan yang terbaik untuk pengguna kami," ucap Everett. "Sejauh kami memposisikan diri kami untuk akusisi dengan pihak tertentu, itu bukan fokus kami," lanjutnya.

Senin, 07 Mei 2012

Populasi Orangutan Sumatera Makin Kritis
 Pongo pygmaenus abelii alias Orangutan Sumatera
BANDA ACEH — Aktivis Yayasan Ekosistem Lestari menyebutkan, populasi orangutan (Pongo pygmaenus abelii) di Sumatera tinggal 200 ekor. Ini sudah sangat mengkhawatirkan dan penyebabnya adalah kerusakan habitat primata dilindungi itu.

"Pada tahun 2000-an populasi orangutan di wilayah Sumatera di atas 1.000, tetapi pada 2012 ini sudah di bawah 200 karena sebagian besar sudah punah akibat lingkungan mereka dirusak," kata pengacara lingkungan hidup YEL Aceh, Halim, di Meulaboh, Senin (7/5/2012).

Keberadaan orangutan terbesar di kawasan hutan gambut Rawa Tripa di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Namun, selama ini kawasan itu disembunyikan keberadaannya karena ada pihak tertentu akan mencoba merusak habitat mereka.

"Selama ini informasi itu ditutupi karena akan ada pembukaan lahan baru di kawasan ini," katanya.

Halim mengatakan, selama ini isu yang digembar-gemborkan adalah keberadaan orangutan di Bukit Lawang, Langkat, Sumatera Utara, padahal kawasan itu hanya merupakan sebagian kecil populasi primata ini.

Ditambahkan, akibat alih fungsi lahan dari hutan gambut Rawa Tripa menjadi perkebunan sawit mulai dari Aceh Singkil hingga Kabupaten Nagan Raya, populasi Orangutan terus menyusut karena habitat mereka sudah dirusak orang tidak bertanggung jawab.

Minggu, 06 Mei 2012

Seribuan Burung Mati Misterius di Pantai Peru
 Burung Pelikan
HEADLINE NEWS - Sekitar 1.000 burung mati di pantai Peru. Sebagian besar adalah burung Pelikan. Tak hanya burung, lumba-lumba juga mati secara misterius di pantai itu.

Bangkai burung dan lumba-lumba itu berceceran di pantai Pasifik utara yang dekat dengan Ibukota Peru, Lima. Pantai itu biasanya selalu padat oleh wisatawan.

Sebenarnya, masa liburan di Peru telah berlalu. Namun, paantai itu tetap menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun internasioal, yang ingin berselancar.

Menurut laman BBC, Minggu 6 Mei 2012, Kementerian Kesehatan Peru telah meminta masyarakat setempat untuk tidak mendekati pantai hingga peringatan itu dicabut. Masyarakat diminta mengenakan sarung tangan, masker, dan perlengkapan pengaman lainnya saat memegang bangkai burung atau pun lumba-lumba.

Saat ini, proses penyelidikan peristiwa misterius itu tengah berlangsung. Dari pemeriksaan sementara, sejumlah lumba-lumba itu mati karena terserang virus. Epidemi virus serupa memang pernah mewabah di Peru pada masa lalu. Virus ini membunuh binatang yang ada di pantai Peru, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Namun, hingga saat ini dinas kesehatan Peru belum mengetahui penyebab matinya ribuan burung di Peru itu. Salah satu teori yang bisa menjelaskan kemungkinan penyebab kematian burung-burung itu adalah pergeseran arus laut yang menyebabkan banyak ikan menjauh dari garis pantai. Sehingga burung-burung itu tak mendapatkan makanan sama sekali.

Jumat, 04 Mei 2012

Dua Hari Lagi Supermoon di Langit Indonesia
Fenomena Supermoon Bulan raksasa ini dapat dilihat di langit kita bertepatan dengan Hari Raya Waisak.
HEADLINE NEWS- Begitu banyak rahasia alam raya yang belum sanggup dikuak para ahli. Dari Black Hole --sebuah lubang raksasa gelap di alam raya yang bisa membantai bintang, planet yang mirip betul dengan bumi seperti Zarmina, hingga "partikel Tuhan" yang sudah bertahun-tahun diburu para ahli. Tapi banyak juga keajaiban alam yang bisa disaksikan dengan mata telanjang.
Salah satunya adalah fenomena bulan raksasa, supermoon, saat di mana kita bisa melihat bulan dalam ukuran raksasa. Pakar astronomi, Dr. Moedji Raharto memprediksi fenomena bulan raksasa itu akan hadir di langit Indonesia pada Minggu, 6 Mei 2012. Sementara, Amerika Serikat bisa melihat lebih awal pada 5 Mei 2012 .

Bulan raksasa ini muncul bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak. "Bulan sudah purnama pada waktu itu," ujar Moedji  pada hari Kamis, 3 Mei 2012.

Anda dapat melihat supermoon dengan mata telanjang apabila tidak ada rintangan hujan. "Seharusnya Mei-Juni sudah musim kemarau. Tapi, sekarang anomali," ujar dosen Institut Teknologi Bandung ini.

Menurut Moedji, Anda bisa melihat supermoon selepas sore hingga menjelang pagi. Usai matahari terbenam, bulan terbit di langit Timur.

Menikmati bulan purnama raksasa ini bisa dilakukan pada tengah malam. Posisi bulan berada di atas kepala sehingga pandangan tidak akan terhalang bangunan dan gedung bertingkat.

Perayaan Waisak yang dilaksanakan pada terang bulan (purnama sidhi) akan mendapat suguhan spektakuler.